Nontoners.com – Jakarta, 22 Agustus 2016 — CGV blitz sebagai perusahaan bioskop yang terus aktif memberikan kelas  pelatihan pembuatan film kepada generasi muda Indonesia melalui Toto’s Film Making Class, telah masuk dalam angkatan kedelapan, dimana siswa-siswi kota Yogyakarta berkesempatan mempelajari keseluruhan proses pembuatan film  yang dipandu para sineas professional dan ternama Indonesia.

Tahun 2016 ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan Toto’s Film Making Class di Indonesia. Seperti  kelas-kelas sebelumnya, selama pelatihan para peserta mendapatkan ilmu dan pengalaman tentang proses pembuatan film melalui beberapa tahap, mulai dari proses scriptwriting, storyboard, preproduction, shooting, hingga proses pascaproduksi seperti editing, sound + mixing , serta proses marketing dan promosi.  Kelas pelatihan ini dibimbing oleh para sineas profesional dan berpengalaman di dunia perfilman Indonesia seperti Salman Aristo, Arief Ash Shiddiq, Cesa David Luckmansyah, Ardy Octaviand, Wisnu Surya Pratama, Ifa Isfansyah, Ismail Basbeth, Prima Rusdi, Aghi Narottama, Sammaria Simajuntak dan Anto Sinaga.

Dalam waktu 10 hari seluruh peserta mendapat kesempatan yang sama untuk menelusuri bakat serta minat mereka dalam dunia perfilman dan menemukan tempat yang paling sesuai dengan keinginan mereka. Kelima kelompok tersebut menghasilkan lima film pendek, yaitu:

  1. ‘SYARAT KAWIN’ karya SMA Pangudi Luhur Jogjakarta
  2. ‘GENK NUNDUK’ karya SMA Pangudi Luhur Jogjakarta
  3. TIKET’ karya SMKN 5 Jogjakarta
  4. ‘PACEKLIK’ karya SMA Kolese De Britto Jogjakarta
  5. ‘LUKA’ karya SMA Muhammadiyah 1 Jogjakarta

toto's class screening jogja

Semua hasil karya para peserta ditayangkan dan disaksikan bersama-sama pada hari Minggu, 21 Agustus 2016 di CGV blitz Hartono Mall Yogyakarta. Pada akhir acara diumumkan bahwa tim dari SMA Kolese De Britto dinobatkan sebagai tim terbaik selama kelas pelatihan berlangsung, dan berhak mendapatkan donasi 1 set alat pembuatan film mulai dari 1 set kamera, Komputer iMac, 1 set peralatan sound, reflector, tripod, dan lain-lain, yang dapat mereka gunakan untuk mendukung kegiatan produksi film selanjutnya.

Diharapkan dengan pelatihan Toto’s Film Making Class, minat para pelajar terhadap dunia film sebagai media komunikasi yang paling lengkap dapat terus tersalurkan dan bibit-bibit generasi penerus dunia perfilman Indonesia dapat lahir dan mengembangkan dunia film Indonesia dalam peta film internasional.                                  

Apa komentar kalian?