Nontoners.com – Anggota Avengers dan Pegulat Profesional terjebak dalam situasi mengerikan dan hanya sebuah tembok menjadi penghalang dari hantaman peluru Sniper.

Bak siang hari menemukan sebongkah kue nastar dalam toples, The Wall menjadi santapan legit dan enak dibalik keterbatasannya. Dibuka dengan dialog karakter utama dibalik semak-semak lengkap dengan peralatan perang, tanpa ada nya Scoring Music megah tipikal film perang berpeluru unlimited, Aaron Taylor-Johnson (The Avengers : Age Of Ultron) sebagai Sersan Allen Issac dan pegulat WWE John Cena (Trainweck) sebagai Staff Sersan Shane Matthews harus berjibaku dengan Sniper yang membuat menderita korbannya. Hantaman fatal peluru melukai mereka hingga harus menahan sakit dan keterbatasan gerak yang menyiksa. Segaris tembok mampu melindungi tapi tidak mengakhiri penderitaan. Bagaimana nasib mereka berdua?

John Cena as Staff Sergeant Shane Matthews

Doug Liman sang sutradara yang piawai membawa sebuah aksi thriller dalam sebuah film, kali ini diberikan set film yang terbatas. Tak ada aksi kejar-kejaran mobil seperti dalam film dia The Bourne Identity atau efek visual megah dengan aktor sekelas Tom Cruise di Edge Of Tomorrow, The Wall hanya sebuah thriller psikologi namun sangat mengesankan, bagaimana bisa?.

Aaron Taylor-Johnson yang baru saja dianugerahi piala Golden Globe sebagai pemeran pembantu pria terbaik ternyata mampu mempertahankan eksistensinya sebagai aktor berkelas. Akting nya luar biasa meyakinkan, raut kesakitan dari peluru yang menembus lututnya membuat penonton tak nyaman dengan adegan tersebut, kemudian dialog antara dia dengan si Sniper dan Matthews membawa emosi yang diterima dengan baik oleh penonton. Tak ada dialog membosankan yang ada hanya tebak menebak akhir penderitaan kedua prajurit ini. Begitupun John Cena, meski dengan ruang gerak yang sangat terbatas, dia berada di film yang tepat untuk menampilkan sisi aktingnya yang mumpuni dan mudah-mudahan bisa menyusul Dwayne “The Rock” Johnson menjadi selebriti kelas kakap, mungkin butuh satu loncatan lagi Cena.

Aaron Taylor-Johnson as Sergent Allen Issac (Left) dan Doug Liman (Right) on Set The Wall

Doug Liman memberikan tampilan ajib di film ini, terlihat dengan set terbatas namun penggarapan nya maksimal. Sunyi namun mendebarkan awal hingga akhir, suara peluru lebih menakutkan dari Valak, bahkan penulis selalu mengumpat dan loncat dari kursi ketika peluru ditembakan Sniper. Ditambah dengan pengakhiran film yang diluardugaan, antara iba atau itu merupakan ending yang keren.

The Wall seperti oase ditengah gempuran film Blockbuster berbudjet mewah, menggugah selera menonton, nikmat dan memuaskan.

Apa komentar kalian?