Nontoners.com – Setelah melakukan berbagai persiapan,  workshop bahasa sampai dengan cokelat, film “Satu Hari Nanti” mulai melakukan pengambilan gambar di Swiss.  Pada hari pertama sampai dengan ketiga, film yang diproduksi oleh Rumah Film ini mengambil gambar tidak jauh dengan salah satu tempat favourite untuk berolahraga ski.  Selain itu, pengambilan gambar juga akan dilakukan di beberapa tempat terkenal di Swiss:  Interlaken, Thun, Briendz, Zurich, dan tidak ketinggalan gunung tertinggi di Eropa, yaitu Jungfraujoch.

Ringgo yang berperan sebagai Din mengungkapkan bahwa film yang dibintanginya ini selalu membuatnya kagum, “Shooting di tempat  ini yang paling keren.  Enggak nyangka akan sebagus ini pemandangannya, lingkunganya, masyarakatnya. Membuat  perjalanan dari satu tempat ke tempat lain enggak pernah bosen, walaupun jaraknya jauh tapi itu sangat menikmati.” ungkapnya di sela-sela pengambilan gambar di Briendz, Swiss, (19/11).

bts-satu-hari-nanti-3_1

Tidak hanya itu, selain lokasi shooting, ia juga  merasa nyaman karena bekerja sama dengan orang-orang yang  membuatnya jadi lebih berkembang lagi. “Salman  Asyik.  Dia ngerti konteks dan dia juga penulis  jadi kita bisa diskusi yang lebih dalam. Bisa buat saya jadi lebih berkembang dalam berakting itu yang saya suka, “ ujar Ringgo.

Berperan sebagai tour guide, aktor yang telah banyak makan asam garam dunia akting menjelaskan karakternya. “Din itu karakter yang seperti tanpa beban.  Dia bisa adaptatif dengan semua orang karena ngomong ke semua negara.  Kerennya saya menemukan orang-orang di sini yang asyik-asyik dan sangat membantu untuk membantu karakter saya.  “jelasnya.

ringgo1

Senada dengan rekan mainnya di ‘Satu Hari Nanti’, aktor yang menggilai musik ini merasakan keharmonisan antara crews dan casts. “Ini komposisi yang ok. Asti, Ringgo dan Ayushita. Kalau pemainnya bukan mereka.  Komposisi pemainnya enak sekali, dan juga crewnya, Sutradaranya dan produsernya menantang saya untuk naik ke level berikutnya”.  Tutur Deva Mahenra

Di samping itu, pemeran Bima ini merasakan perubahan  positif  dalam film yang diperankannya. “ Target terpenuhi semua. Bersyukur juga sampai sekarang  shooting berjalan lancar. Begitu on time dan selesai lebih awal. Lebih cepat dari target.  Sangat mengubah pola kita. Shooting di negeri orang beda banget. Efektifitas kerja  semua lancar.” pujinya.

bts-satu-hari-nanti-4-dng

Sementara itu cuaca yang sangat berbeda tetap membuat konsisten pemain dalam menunjukan kelihaian aktingnya, seperti halnya yang dituturkan Deva. “Cuacanya bagus banget.  Saat ini suhunya 1-3 derajat, tapi nanti akan sampai minus juga suhunya, walaupun begitu,  tetap tak mempengaruhi dalam berakting. Kita masih menyesuaikan dengan kondisi dan cuaca.  Ini adalah tantangan cuaca yang  akan sangat menyenangkan, ”ucapnya pria yang berperan sebagai karakter musisi itu.

Menariknya, meskipun pengambilan gambar seluruhnya di Swiss, film ini bukan sekedar menampilkan keindahan semata negara penghasil cokelat tersebut. Salman Aristo selaku sutradara dan juga penulis ini  menuturkan bahwa filmnya bukan menyuguhkan keindahan alam atau pemandangan cantik  semata di negeri tersebut. “Ini bukan film jalan-jalan. Ini tentang  karakter-karakter yang hidup, dan tumbuh dalam mencari makna, serta pencarian jati diri di negara tempat mereka tinggal. Bagaimana  kedekatan satu sama lain, beradaptasi, hingga pemecahan problem  yang akan ditemui,” tuturnya. bts-satu-hari-nanti2

Film yang akan dirilis tahun 2017 di  Indonesia dan Swiss ini diperankan oleh Adinia Wirasti (Alya), Ayushita (Chorina), Deva Mahenra (Bima) dan Ringgo Agus Rachman (Din).  ‘Satu Hari Nanti’ bercerita tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen, baik dalam lingkup cinta, keluarga maupun pekerjaan. Lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka. Selain  dibintangi oleh aktor dan aktris muda ternama tanah air,  film ini juga didukung oleh sineas kawakan senior yaitu Donny Damara yang berperan sebagai ayah Alya.

LEAVE A REPLY