Nontoners.com – Welcome back! Tim Burton, setelah tidak menelurkan langsung film bernuansa gothic yang terakhir kita lihat adalah Big Eyes (Amy Adam, Christopher Waltz), akhirnya tahun ini kita bisa menyaksikan kepiawaiannya meramu film dengan unsur-unsur magisnya.

Datang dari sebuah novel berjudul sama Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children karya Ransom Riggs. Mengisahkan Jake (Asa Butterfield) yang datang kesebuah rumah berisikan anak-anak super dan pengasuhnya bernama Miss Alma LeFay Perigrine (Eva Green) yang memiliki kemampuan yang tidak biasa berdasarkan petunjuk dari kakeknya (Terence Stamp). Dibalik semua keanehan yang meliputi rumah tersebut, ternyata ada bahaya yang sangat mengancam dari musuh yang tidak terlihat dipimpin oleh manusia berkemampuan aneh lainnya bernama Barron (Samuel L. Jackson). Mampukah Jake melindungi mereka dari ancaman tersebut? Misteri apakah yang akan diungkap dalam petualangan Jake dengan The Peculiar Childern?

miss-peregrines-school-for-peculiar-children-11

Tak perlu diragukan untuk masalah visualisasi yang diberikan oleh Tim Burton yang mampu menghadirkan kegetiran hati namun sangat bernuansa horor dalam Edward Scissorhands (Johnny Depp, Winona Ryder)  ditahun berikutnya berubah tone bernuansa gothic namun colorfull dalam Alice in Woderland (Johnny Depp, Anna Hatthaway) menjadikan Tim Burton sutradara yang karya nya selalu dinanti karena memiliki unsur khas yang kental. Untuk Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children ini, Tim Burton kehilangan nafsu nya untuk mengahadirkan visualisasinya. Unsur-unsur nya terasa tanggung dan terlalu menjejalkan semua tema dalam film ini. Namun, dalam salah satu scene, Tim Burton menampilkan sebuah adegan menggunakan teknik Stop Motion pada sebuah boneka yang ditampilkan sangat apik.

Terlepas dari visualisasi khas Tim Burton, para pemain yang membintangi film ini cukup tampil memukau. Asa Butterfield yang dipercaya untuk menjadi leader tampil tidak mengecewakan, sang Bond Girl Eva Green mampu berakting maksimal disini sebagai pengasuh yang dapat berubah wujud dengan ciri khas raut wajah yang cantik namun tetap beraura misterius. Para The Peculiar Childern mampu membaur dengan pembagian scene yang pas. Sayang nama sebesar Judi Dench (James Bond Series) hanya ditampilkan sebagai tempelan yang sangat tidak berguna. Samuel L. Jackson sebagai musuh utama terlihat konyol dan sama sekali tidak menampilkan akting menawannya.

miss-peregrines-school-for-peculiar-children-68

Cerita yang disadur berdasarkan novel berjudul sama ini tidak dikembangkan dengan baik, seperti halnya film-film based on, Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children tidak dieksekusi dengan matang, alur yang sedikit monoton, timeline yang seharusnya menarik karena terdapat time loops malah membuat film ini kebingungan dan akan keterasa menjelang akhir, seakan film dipaksakan untuk berakhir dengan final battle yang sungguh mengecewakan. Ditambah dengan music scoring pada saat klimaks yang mengganggu.

Film karya Tim Burton yang disebut X-Men dengan sentuhan gothic ini bukan karya terbaiknya, tapi bisa memberikan hiburan yang cukup asik dengan adanya kemampuan-kemampuan The Peculiar Childern yang ajaib dan mencengangkan apalagi ditambah dengan sentuhan ajaib tangan Tim Burton.

LEAVE A REPLY