Nontoners.com – Rencana Bayu (Bayu Skak) untuk melanjutkan kuliah di universitas yang sama dengan Susan (Cut Meyriska) harus kandas karena orang tua Susan ingin anaknya kuliah di luar negeri. Parahnya hubungan mereka terpaksa berakhir karena Susan menolak status LDR. Bertekad menepis kenangan akan Susan, Bayu berusaha fokus pada bandnya. Alih-alih membesarkan nama band yang membuatnya cukup populer di Malang, Cak Jon (Arif Didu) sang manajer, justru membuat kekacauan dan membuat Yowis Ben tampil tanpa bayaran.

Putus cinta dan tanpa pekerjaan, beban Bayu makin berat saat pemilik kontrakan tempatnya tinggal meminta uang sewa selama tiga tahun. Bayu merasa hidup tengah menghimpitnya dari segala arah. Hingga suatu malam ia bertemu dengan Cak Jim (Timo Scheunemann) yang mengaku sebagai manajer dari banyak band lokal yang terkenal.

Dengan iming-iming apartemen mewah, alat musik mahal, dan fasilitas terjamin lainnya, Cak Jim mengajak Bayu untuk hijrah ke Bandung dan memulai debut mereka di sana. Dirundung permasalahan yang berbeda-beda, ketiga personil Yowis Ben akhirnya setuju untuk mencoba peruntungan mereka di Tanah Pasundan.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Tak seperti janjinya di awal, Cak Jim justru menempatkan keempat personil Yowis Ben di sebuah kontrakan murah dengan alat musik seadanya. Namun kemarahan mereka segera reda saat mengingat banyaknya beban di pundak mereka yang menunggu diselesaikan.

Namun usaha Yowis Ben menapak puncak kepopuleran di Bandung ternyata begitu sulit. Bayu merasa bahwa Cak Jim tak pernah benar-benar mempromosikan band mereka secara benar. Persahabatan keempat anggota band perlahan mulai goyah saat tekad mereka untuk meraih sukses di Bandung tak lagi bulat. Bayu yang terlalu sibuk mengejar cinta seorang gadis bernama Asih, Nando sang idealis yang merasa terluka karena tak dihargai, Yayan yang terbentur antara cita-cita dan keyakinannya, serta Doni yang bingung dengan perubahan sikap sahabat-sahabatnya, akhirnya harus memilih antara persahabatan atau mimpi yang semula mereka coba perjuangkan.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Sebagai film komedi, Yowis Ben 2 seolah memang tak ditujukan untuk dapat dinikmati oleh semua kalangan. Tek tok melempar guyonan khas ketoprak atau ludruk yang cukup cepat, akan membuat orang yang tak terbiasa cukup membuat kesulitan untuk mengikutinya. Istilah-istilah populer khas Jawa Timur-an cukup banyak bertebaran di sepanjang film, yang meski disertai arti, bisa jadi menimbulkan perbedaan persepsi.

Sebagai kelanjutan cerita dari film pertamanya, ide cerita Yowis Ben 2 terasa biasa saja. Kisah tentang tokoh utama yang jatuh cinta pada gadis cantik namun memiliki ayah galak dan sangat tak mirip dengan putrinya, dapat dengan mudah kita temui dalam cerita-cerita di FTV.  Ya, meski agak sinis tapi saya hanya mencoba untuk berpikir realistis, kira-kira berapa persentase perempuan cantik, kaya, pintar, dan sukses, mau menerima cinta pria tanpa penghasilan dengan muka kusam sepanjang hari?

Oh ya satu lagi, saya juga penasaran pada sebuah scene saat Yowis Ben ke Gedung Sate Bandung, apa ya alasan paling masuk akal saat Ridwan Kamil benar-benar harus tampil dan memperkenalkan dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat?

Judul                     : Yowis Ben 2

Rilis                        : 14 Maret 2019

Genre                   : Drama komedi

Sutradara            : Fajar Nugros

Produksi              : Starvision

Produser             : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia

Durasi                   : –

Pemain                 : Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim, Tutus Thomson, Anya Geraldine, Laura Theux, Devina Aureel

LEAVE A REPLY