Nontoners.com – Mengambil latar kisah tragis Aradale Lunatic Asylum Centre – di Ararat, salah satu kota di negara bagian Victoria – sebagai sebuah rumah sakit jiwa paling angker di Australia, yang selama 130 tahun masa beroperasinya diperkirakan menelan korban lebih dari 10.000 jiwa yang meninggal atau hilang.

Adalah Stella, Dian, Anggun, Tari, Amy, Carla, dan Mika, yang tergabung dalam Tujuh Bidadari, girlband asal Indonesia yang tengah berlibur sekaligus mempromosikan album terbaru mereka di Australia. Suatu malam mereka bertemu dengan Mark, seorang penyanyi kafe berwajah tampan dan juga ramah yang membuat mereka terkesima.

Melalui perkenalan yang singkat, delapan orang itu berjanji kembali bertemu esok pagi untuk melakukan perjalanan bersama ke salah satu tempat wisata unik yang cukup terkenal di kota Ararat, Aradale Lunatic Asylum Centre.
Dian (Lia Waode), sempat menolak rencana tersebut. Apalagi dia merasakan sesuatu yang tidak enak sejak awal kedatangan mereka di Australia. Namun, Stella (Dara Warganegara) selalu mengabaikan peringatan yang diberikan Dian dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Meski berat, Dian berusaha untuk percaya kata-kata Stella.

Saat memasuki pintu utama bangunan rumah sakit, Mark mengatakan bahwa tak ada yang akan keluar dari sana hidup-hidup. Namun ketujuh gadis cantik itu tak terlalu menanggapi perkataan Mark karena terlalu bersemangat mengagumi keindahan arsitektur bangunan. Mark kemudian membawa mereka berkeliling, suasana tegang mulai terasa di sini. Hingga tiba-tiba Mark meninggalkan mereka di sebuah ruangan dengan alasan akan mencari minum.

Bosan karena menunggu Mark yang tak juga kembali, Anggun, Mika, dan Carla, memutuskan untuk pergi melihat-lihat bagian bangunan yang lain. Tak sengaja, dalam perjalanan itu Anggun melihat Mark tengah berdiri di depan sebuah jendela. Anggun yang sejak awal mencoba menarik perhatian pemuda tampan itu, diam-diam berjalan mendekati Mark. Saat Anggun menyentuh tubuhnya, Mark tiba-tiba berbalik dan mencekik Anggun hingga tewas. Mika dan Carla yang melihat kejadian itu pun langsung berlari menyelamatkan diri.

Khawatir dengan kepergian ketiga sahabat dan Mark yang belum juga kembali, Stella memutuskan untuk pergi mencari mereka. Tak lama, Tari yang kebelet pipis mengajak Amy dan Dian untuk mencari toilet. Dian menolak dan meminta Tari untuk mengajak Amy saja. Ditinggal sendirian di ruangan itu, Dian tiba-tiba mengalami bisikan. Tak tahan dengan bisikan yang terus menerus dan semakin keras, dia akhirnya pingsan.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Mark? Mengapa sikapnya tiba-tiba berubah? Berhasilkah Mika dan Carla memperingatkan teman-temannya untuk segera pergi dari Aradele? Rahasia apa yang sebenarnya tersimpan antara Mark dan rumah sakit angker itu?

Buat saya film Tujuh Bidadari seolah kembali memberikan sentuhan yang cukup segar di antara serbuan film horor yang lebih banyak menggali cerita mistis lokal. Dan secara tak sadar saya teringat dengan film bergenre serupa seperti Rumah Dara, yang tak hanya menyajikan ketegangan dalam setiap detiknya, namun juga membangkitkan rasa penasaran yang memaksa untuk terus menyaksikan film hingga selesai.

Meski demikian, ada beberapa hal yang menjadi koreksi saya selama menonton film ini.

Pertama rambut palsu Dara yang cukup mencolok. Dara digambarkan telah melalui adegan yang cukup brutal, berbanding terbalik dengan bagian atas rambut palsu yang masih tetap tertata rapi. Tak hanya itu, kualitas rambut palsu yang mirip plastik hingga menimbulkan kilauan juga membuat saya terganggu.

Kedua, kualitas akting Dara sebagai pemain utama juga masih tipis. Dituntut untuk memerankan 2 karakter yang berbeda tentu memberi beban tersendiri bagi Dara. Dalam jumpa pers, Kamis (25/10), Dara mengungkapkan bahwa dia cukup banyak mendapatkan arahan dari Lia Waode dalam mendalami perannya itu. Namun saya tak menampik bahwa usaha Dara dalam memerankan tokoh Stella masih dapat diberikan 3 bintang dari 5 sebagai nilai sempurna.

Ketiga, kedekatan dengan orang asing. Buat saya tingkat penerimaan personil 7B terhadap orang asing terbilang sangat tinggi. Sebagai orang timur yang seharusnya terbiasa dengan kehati-hatian dalam berbicara dengan orang asing, saya menilai 7B terlalu terburu-buru dalam menerima ajakan Mark. Terlepas dari bagaimana 7B melihat penampilan seseorang, pada bagian ini saya merasa awal cerita jadi agak dipaksakan.

Keempat, usaha melarikan diri yang aneh. Semenyeramkan apa pun sebuah tempat, saya pikir seorang arsitek pasti akan memikirkan untuk membuat bangunan yang mudah diakses oleh seluruh pengunjung. Jadi mengapa sepertinya sulit sekali menemukan jalan keluar? Mengapa tidak mencoba jalan yang sebelumnya dilalui tapi malah melarikan diri ke atas gedung?

Judul : Tujuh Bidadari
Tanggal Rilis : 1 November 2018
Sutradara : Muhammad Jusuf
Produksi : Triple A Films & Black Spade Production
Genre : Horor
Produser : Resika Tikoalu
Pemain : Lia Waode, Dara Warganegara, Brigitta Cynthia, Camelia Putri, Salini Rengganis, Gabriella Desta, Ade Ayu Agustin, William D McLennan, Peter Barron
Durasi : 109 menit

LEAVE A REPLY