Nontoners.com – Reva (Angel Karamoy), seorang mahasiswi yang ceria, punya banyak teman, dan ramah,  tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan pemurung setelah ulang tahunnya yang ke-21. Lalu suatu hari, ibu dan adiknya meninggal di rumah.  Mereka kehilangan banyak darah akibat luka tusuk di tubuhnya. Reva, satu-satunya anggota keluarga yang kebetulan ada di rumah dan masih hidup, langsung menjadi tersangka utama. Namun alih-alih mengirimnya ke jeruji besi, pengadilan justru mengirim Reva ke pusat rehabilitasi.

Nixon (Marcellino Lefrandt), Kepala Pusat Rehabilitasi, yakin bahwa Reva berbohong dengan pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Maka ia pun mengawasi Reva dengan lebih ketat, dan berjanji akan mengungkapkan kebohongan Reva itu.

Devi (Pamela Bowie), sahabat spesial Reva, tak percaya bahwa Reva dapat melakukan pembunuhan terhadap ibu dan adiknya. Pada kunjungan Devi ke pusat rehabilitasi, Reva mengaku bahwa ia merasa diganggu oleh makhluk jahat yang berniat menyakitinya. Devi kemudian meminta bantuan orang pintar untuk membantu Reva, sayangnya mahkluk jahat yang membayangi Reva jauh lebih kuat dari ilmu orang pintar tersebut.

Setiap hari, gangguan mahkluk jahat pada Reva semakin menjadi. Puncaknya adalah saat di hadapan Nixon langsung, tubuh Reva tiba-tiba basah oleh darah seperti ditusuk oleh benda tajam yang tak kasat mata. Devi yang tak ingin sahabatnya celaka, akhirnya membawa Reva kabur dari pusat rehabilitasi. Ia memiliki rencana untuk menemukan pelaku pembunuhan  dan teror yang terjadi pada keluarga sahabat spesialnya itu.

Berhasilkah Reva selamat dari kejaran makhluk jahat yang mengintainya? Siapa pelaku di balik teror terhadap keluarga Reva dan apa yang melatar belakanginya?

Kembali melahirkan film bergenre horor, Jose Purnomo masih mengangkat kisah-kisah urban yang berbau mistik dan perklenikan. Kekayaan cerita Indonesia akan kedua hal tersebut memang seolah tak ada habisnya, di mana setiap daerah memiliki kisah dan tokoh seramnya sendiri-sendiri. Pun bagi Jose kali ini yang mengangkat Emak Bongkok, Jurig Jarian, dan Gemet Aresan sebagai tokoh seram dalam film Reva Guna Guna.

Emak Bongkok diceritakan sebagai hantu perempuan tua, dengan rambut acak-acakan dan mata terputup. Hantu ini memiliki kemapuan mencekik korban yang dituju. Jurig Jarian adalah hantu anak kecil berbaju putih, berambut panjang, dan memiliki mata besar dan hitam. Sedangkan Gemet Aresan adalah hantu berwajah seram yang diikat rantai pada tangan dan kaki serta membawa sebilah pisau untuk membunuh.

Ada perbedaan sinematografi yang dihadirkan oleh Jose dalam Reva Guna Guna yang cukup saya sukai. Penggambaran bahwa Reva kemudian tiba-tiba berada pada sebuah dimensi waktu yang berbeda saat kedatangan para hantu, membuat suasana mencekam menjadi semakin terasa. Hal ini seolah menjadi penegasan bahwa memang tak ada seorang pun yang akan dapat menyelamatkan hidupnya. Sayang, ekspresi ketakutan dan putus asa sebagai korban teror, kurang dapat dicerminkan dengan baik oleh Angel Karamoy. Emosi dan reaksi takut yang naik dengan sangat lambat terasa seperti disengaja untuk mengulur waktu dan memperpanjang durasi film.

Plot film ini juga tak terlalu istimewa. Bahkan penyebutan angka 21 sebagai penanda awal mula semua teror pada keluarga Reva juga tak berarti apa-apa. Lalu janji Nixon untuk mengungkapkan kebohongan Reva yang begitu ia yakini, juga tak berkembang kemana pun. Petunjuk-petunjuk itu seolah menguap tanpa sisa. Dan jangan lupa aksi spionase yang dilakukan Devi dalam mencari pelaku teror, terasa begitu amatir dan aneh.

Judul                     : Reva Guna Guna

Genre                   : Horor

Rilis                        : 7 Maret 2019

Sutradara            : Jose Purnomo

Produser             : Yoen K, OswinB. Soegandah

Produksi              : Spectrum Film, Unlimited Production, Maxima Pictures

Pemain                 : Angel Karamoy, Pamela Bowie, Wulan Guritno, Marcellino Lefrandt, Ferry Salim, Dewi Rezer

REVIEW OVERVIEW
Overall Scores
SHARE
Previous articleMenginjak di Tahun ke-4, AIFFA Kembali Digelar di 2019 Ini
Next articleResensi Yowis Ben 2 : Biasa Aja!

LEAVE A REPLY