Nontoners.com – Film Lagi-Lagi Ateng merupakan sebuah tribut, dan bukan dibuat sebagai produk remake maupun reborn. Berangkat dari kesadaran itu pula, Monty Tiwa selaku sutradara ingin tetap mempertahankan spirit Ateng dan Iskak sebagaimana  film mereka terdahulu. Salah satunya adalah sebagai film yang dapat dinikmati oleh semua umur.

Lagi-Lagi Ateng bercerita mengenai Ateng (Augie Fantinus) yang menginginkan perjalanan ke Jakarta sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 26. Pak Budiman (Surya Saputra), ayah Ateng yang juga seorang aristokrat Jogja, mengabulkan permintaan sang anak meski dengan berat hati. Ia memberikan syarat bahwa Iskak (Soleh Solihun), teman bermain Ateng, harus ikut dalam perjalanan tersebut.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Singkat cerita Ateng sampai ke Jakarta dan menginap di hotel mewah. Ateng yang meski usianya tak lagi muda, masih bertingkah layaknya seorang anak kecil. Dan karena salah satu tingkah jahilnya, Iskak jadi sakit perut. Karena takut ditinggal Iskak seorang diri, Ateng mencari Iskak ke kamar mandi. Di sana lah ia dan Iskak bertemu dengan Agung (Augie Fantinus),  seorang motivator terkenal yang berwajah mirip dengan Ateng.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Ateng dan Agung akhirnya mengetahui bahwa mereka adalah saudara kembar. Penasaran dengan orang tua yang belum mereka kenal, Ateng dan Agung sepakat untuk bertukar tempat selama seminggu. Ateng dan Agung pun berlatih untuk menirukan saudara kembar mereka.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Sesampainya di rumah Ateng, Agung agak canggung dengan perlakuan khusus dari Pak Budiman, ayahnya, dan Mbok Sutinah (Rohana Srimulat). Agung yang terkadang lupa bagaimana ia harus bersikap, mulai membuat Mbok Sutinah curiga. Di tempat lain, Ibu (Unique Priscilla) juga bingung karena sikap Ateng yang melodramatis.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Selama masa pertukaran itu, Agung, Ateng, Iskak, dan Cemplon (Julie Estelle) selaku asisten pribadi Agung, senantiasa bertukar kabar. Agung ingin menyatukan kedua orang tua mereka kembali dan membuat rencana pertemuan di Bali. Rencana mereka terlihat hampir sempurna saat tiba-tiba Pak Budiman mengatakan bahwa ia telah memiliki seorang kekasih.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Sejak awal, Lagi-lagi Ateng sepertinya memang diniatkan sebagai film keluarga dengan unsur komedi. Sayangnya sampai pada eksekusi akhir ada beberapa scene yang terasa dipaksakan. Banyaknya kalimat bijak bernada  nasihat juga lumayan menganggu. Tak salah memang, namun terdengar kurang tepat.

Sesuatu yang cukup mencolok dari film ini adalah bentuk rambut palsu yang digunakan oleh Augie. Lalu beberapa ketidak konsistenan antara dialog dan scene yang dibangun, juga agak membingungkan. Belum lagi dialog Agung dan Cemplon yang terdengar agak dipaksakan sebagai percakapan formal dan serius. Namun tak bisa dipungkiri, hadirnya Soleh Solihun sebagai Iskak jelas sangat berpengaruh dalam menunjang unsur komedi di film ini. Cukup banyak gelak tawa yang tercipta atas aksi duet konyol Augie dan Soleh. Efek CGI di film ini juga sangat mulus dan terlihat baik.

Unsur drama pada film cukup membuat mata saya basah dan berkaca-kaca. Namun sayangnya kehadiran Jeng Iis (Catherine Wilson) sebagai karakter orang ketiga dalam hubungan Pak Budiman dan Ibu Ratna justru tak terlalu terlihat.

Judul                : Lagi-Lagi Ateng

Rilis                  : 10 Januari 2019

Sutradara          : Monty Tiwa

Produksi           : 13 Entertaiment, Dirgahayu Productions, Ideosource Entertainment

Genre               : Drama Komedi, Family

Produser           : Manoj Kumar Samtani, Anup D. Mirchandani

Pemain             : Augie Fantinus, Soleh Solihun, Julie Estelle, Surya Saputra, Unique Priscilla, Catherine Wilson, Rohana Srimulat

Durasi               : –

LEAVE A REPLY