Film Keluarga Cemara mengawali tahun 2019 ini, kita akan disuguhkan sebuah film yang diadaptasi dari drama keluarga populer tahun  90-an karya Arswendo Atmowiloto. Sebuah serial yang dahulu berhasil tayang lebih dari 400 episode, dengan karakter dan lagu yang begitu melekat hingga saat ini.

Film dibuka dengan scene ketika Euis (Zara JKT48) mengikuti lomba dance di sekolahnya. Saat itu, meski Ara (Widuri Puteri) dan Emak (Nirina Zubir) begitu semangat memberikan dukungan, namun melihat kursi yang dikhususkan untuk Abah masih kosong sampai akhir acara membuat Euis merasa marah dan juga kecewa. Bahkan gelar juara yang akhirnya disabetnya pun tak terasa membanggakan di hatinya. Demi meredam kekecewaan sang puteri, Abah (Ringgo Agus Rahman) berjanji akan menebusnya dengan datang pada perayaan ulang tahun Euis.

Jarum jam terus berputar, Euis mulai sering melirik jam dinding ketika Abah tak juga datang pada perayaan ulang tahunnya. Emak berusaha menenangkan Euis dan meyakinkan bahwa Abah pasti datang. Hingga kemudian saat Euis akan memotong kue ulang tahun terdengar bunyi ketukan dari pintu depan, Ara yang polos langsung berlari ke depan seraya berteriak, “Abah…”

 

Esok harinya Abah dan Emak berkonsultasi dengan pengacara mengenai persoalan mereka dan kontrak dengan salah satu pengembang perumahan. Sang pengacara (Arif Didu) mengatakan bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk merebut kembali rumah dan seluruh aset yang disita. Dia meminta Abah dan Emak menunggu 1 atau 2 bulan. Selama kasusnya ditangani, dia juga meminta Abah dan Emak menjauh dari lingkungan bisnis.

 

 

Beberapa orang trngah berkumpul bersama
Para pemain, sutradara, dan penulis skenario serta produser film Keluarga Cemara dalam acara press conference sesuai pemutaran perdana untuk media

 

Sekelompok pemain film di acara konferensi media
Para pemain utama film Keluarga Cemara dalam acara press conference sesuai
Dua orang sedang tertawa lepas di acara konferensi media
Para pemain, sutradara, dan penulis skenario serta produser film Keluarga Cemara dalam acara press conference sesuai pemutaran perdana untuk media

 

 

 

Ara terdiam di depan pintu ketika melihat siapa yang datang, beberapa preman membawa sang paman (Ario Wahab) dalam keadaan babak belur. Seorang laki-laki paruh baya yang merupakan kepala preman kemudian mengusir Emak, Euis, Ara, dan para tamu dari rumah. Kepala preman itu berkata bahwa rumah mereka disita. Emak yang tidak tahu mengenai persoalan bisnis suaminya berusaha memohon pada kepala preman agar membiarkannya untuk tetap menempati rumah, namun pria tua itu bergeming seolah tak mendengar permohonan Emak. Di ujung jalan, Abah muncul dengan membonceng sepeda motor. Abah berusaha menenangkan Emak, dan anak-anak lalu membawa mereka bermalam di kantor.

Selain itu, penonton juga terpaksa harus kehilangan beberapa hal dari serial Keluarga Cemara terdahulu.

 

 Di film ini kita tak akan melihat Abah mengayuh becak kesayangannya, atau bersantai sambil memberi makan ikan di empang depan rumah panggung mereka. Kita juga tak akan melihat baskom burik sebagai wadah opak khas 90-an yang biasa dibawa Euis ke terminal.

 

Entah mengapa saya merasa ada suatu perbedaan karakter dibanding serial Keluarga Cemara tahun 90-an. Tokoh Euis yang pada serialnya digambarkan sebagai remaja yang tangguh dan bijaksana, berubah menjadi remaja yang pendiam, keras kepala, dan pemarah. Sedangkan karakter Cemara yang saya kenal di serial sebagai anak keras kepala, berani, dan penuntut, berubah menjadi anak kecil polos yang senantiasa ceria.

Lalu berhasilkah Abah membawa keluarga mereka untuk kembali tinggal di kota? Bagaiman hubungan Abah dan Euis selanjutnya?

 

Menyadari bahwa hidup keluarganya tak lagi normal, Abah berencana membawa keluarganya untuk kembali ke kota meski dengan mengambil perumahan dengan harga murah. Abah kemudian memutuskan untuk menjual rumah peninggalan orang tuanya. Namun saat semuanya seolah berjalan sesuai rencana, Euis dan Ara justru bekerja sama menggagalkan rencana penjualan rumah mereka hingga membuat Abah murka.

 

Perubahan gaya hidup dari anak kota yang tiba-tiba harus tinggal di desa dengan segala keterbatasannya, kerinduan untuk bertemu teman sebaya, dan tuntutan untuk membantu perekonomian keluarga dengan berjualan opak membuat Euis menjadi gadis pemurung. Dia bahkan sempat membuat Abah dipanggil oleh guru karena melanggar peraturan.

 

Jungkir balik mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhan rumah tangga namun selalu pulang dengan tangan hampa, membuat Abah mencoba menjadi pekerja bangunan. Sementara Emak yang tak mau tinggal diam pun akhirnya memulai usaha membuat opak. Hidup sepertinya masih ingin menguji keluarga Abah ketika suatu malam karena kelelahan bekerja dan kehilangan konsentrasi, Abah terperosok dan mengakibatkannya patah kaki. Keadaan makin sulit saat Emak diketahui hamil lagi.

Saat dalam kesulitan itu, tak ada satu pun kerabat dan tetangga yang mau berhubungan dengan keluarga Abah. Karena pertimbangan itulah Abah membawa Emak, Euis, dan Ara pulang kampung. Mereka kemudian tinggal di rumah peninggalan orang tua Abah. Namun belakangan rencana pulang kampung yang sementara kemudian berubah ketika sang pengacara menghubungi Abah. Pengacara itu mengatakan bahwa surat kuasa yang diberikan Abah pada saudar iparnya membuat mereka kalah dalam perebutan aset di pengadilan.

Di kantor, Abah yang bekerja sebagi kontraktor pembangunan komplek perumahan merasa curiga ketika partner usaha sekaligus saudara iparnya tak dapat dihubungi. Abah mulai gelisah, lalu  meminta sekertarisnya (Aci Resti) untuk menghubungi sang partner usaha. Di luar kantor, beberapa pekerja tengah berkumpul untuk menuntut hak yang belum dibayarkan selama 2 bulan. Pekerja-pekerja itu merangsek ke dalam kantor dan membuat kericuhan. Untuk menenangkan para pekerja itu, Abah menyerahkan kunci mobilnya.

Judul                : Keluarga Cemara

Tanggal Rilis    : 3 Januari 2019

Sutradara         : Yandy Laurens

Produksi          : Visinema Pictures

Skenario          : Gina S. Noer, Yandy Laurens

Genre               : Drama

Produser          : Anggia Kharisma, Gina S. Noer

Durasi               :  110 menit 

Pemain : Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri Puteri, Maudy Koesnadi, Asri Welas, Yasamin Jasem, Kafin Sulthan, Ariyo Wahab, Abdurrahman Arif, Kawai Labiba.

Keluarga Cemara kini dapat di-download di iflix.

Apa komentar kalian?