Sinopsis

Pat Concolasion (Bea Alonzo), seorang konselor sekolah Katolik khusus putri berniat mengungkap kematian salah seorang siswi yang dirasa janggal. Meski mendapat ancaman pemecatan dari Suster Alice selaku Kepala Asrama  yang terkenal tegas dan temperamental, Pat tak peduli.

Penyelidikan Pat kemudian membawa ia pada Eri, arwah yang telah tinggal lama di sekolah. Melalui komunikasi dengan Eri, pelan-pelan Pat berhasil menyibak rahasia kelam yang coba ditutupi oleh Suster Alice. Kondisi makin kacau saat penjaga sekolah justru dituduh membunuh sang siswi sedang penyelidikan Pat belum banyak mengalami kemajuan.

Pat makin bingung saat seorang inspektur polisi membawa rekaman pengakuan penjaga sekolah dan ayah Eri ternyata memiliki kalimat yang hampir mirip. Pat kemudian memutuskan untuk datang ke sekolah dan melakukan komunikasi lebih jauh dengan Eri. Ia merasa bahwa kematian ibu Eri berhubungan dengan kasus kematian siswi di sekolah dan hampir pasti bisa menemukan siapa pembunuh sebenarnya.

Pendapatku Setelah Menonton…

Mendapat label sebagai film horor Filipina terlaris, membuat saya memasang ekspetasi yang tinggi. Meski memiliki ide cerita yang cukup menarik, namun banyaknya scoring, jumpsacre yang agak nanggung dan tidak tuntas, sedikit membuat saya agak kelelahan. Sepertinya Eerie memang bukan sekadar film horor yang royal menampilkan sosok hantu, ia justru memilih untuk menyematkan kengerian dalam imajinasi para penonton.

Tanggal rilis: 29 Mei 2019 (Indonesia)

Sutradara     : Mikhail Red

Produser      : Micah Tadena

Skenario       : Mikhail Red, Mariah Reodica

Pemain          : Bea Alonzo, Charo Santos – Concio, Mary Joy Apostol, Nafa Hilario-Cruz, Gillian Vicencio

LEAVE A REPLY