Nontoners.com – Anak Hoki menceritakan kisah Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) semasa SMA dan kuliah di Jakarta. Ia tinggal di sebuah rumah kost bersama dua orang teman sekelasnya dulu, Bayu yang playboy, dan Daniel yang pintar memasak.

Di bangku kuliah, Ahok masuk jurusan kedokteran karena keinginan sang ayah. Ahok sebenarnya kurang suka dengan jurusan yang ia ambil, namun ia masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan keinginannya pindah jurusan. Pada suatu kejadian Ahok kemudian berkenalan dengan Eva, seorang gadis cuek berpenampilan gothik.

Merasa nyaman berteman dengan Ahok, Bayu, dan Daniel, membuat Eva sering kali berkunjung ke rumah kost. Hingga suatu hari ia memutuskan untuk kabur dari rumah karena bertengkar dengan sang ayah, Eva memilih datang dan menginap di tempat Ahok. Tindakan Eva ini ditentang oleh Ahok, ia ingin agar Eva menyelesaikan masalahnya, bukan dengan lari dan membuatnya menjadi lebih besar. Merasa kehilangan dukungan dari teman-temannya, Eva memutuskan untuk pergi ke rumah nenek di Tanjung Lesung. Ia pun melarikan diri lagi.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Keesokan paginya di rumah kost, Bayu marah pada Ahok setelah mengetahui bahwa Eva melarikan diri lagi. Sebuah surat ditinggalkan Eva sebagai ganti salam perpisahan mereka. Ahok dan Bayu kemudian pergi ke rumah Eva untuk menemui ayah Eva. Saat mereka tengah mencari cara menemukan Eva, sebuah berita kecelakan kereta api jurusan Merak ramai tersiar di radio.

Ahok dan Bayu segera meluncur ke lokasi kejadian. Tak disangka, ibu Daniel menjadi salah satu korban kecelakaan kereta api. Ahok pun segera membawa ibu Daniel ke rumah sakit.

Gambar bisa saja memiliki hak cipta

Ahok pada prinsipnya, dalam situasi dimana hubungan antara Eva dan ayahnya, atau Daniel dan ibunya, tetap berpegang bahwa setiap orang harus tetap menghadapi dan menyelesaikan masalahnya.

***

Anak Hoki dijanjikan sebagai sebuah film bernuansa segar, ceria, dan manis. Adegan 4 orang anak berseragam merah putih tengah mengayuh sepeda di bawah terik matahari dipilih sebagai pembuka. Mereka adalah Ahok, dan ketiga sahabatnya; Aceng, Abdul, dan Nana. Entah mengapa tak ada kelanjutan berarti dari adegan ini.

Cerita kemudian berlanjut pada masa SMA Ahok, tepatnya saat sebuah ujian tengah berlangsung. Sayang adegan contek menconteknya agak nanggung dan tak istimewa. Cerita selanjutnya langsung lompat saat Ahok duduk di bangku kuliah lalu bertemu dan berteman dengan Eva.

Jujur saja saya pribadi agak lelah dengan cerita tipikal seperti ini dimana seorang tokoh utama, berteman dengan seorang playboy dan seorang yang lucu, lalu berteman dengan seorang gadis. Ditambah lagi dengan perpindahan adegan yang terbilang cukup kasar, pendalaman karakter yang kurang, dan jalan cerita yang tak begitu istimewa.

Ada sebuah adegan pembacaan doa secara Kristen oleh Daniel yang ternyata di akhir film saya ketahui tidak dilakukan dengan cara yang benar. Dan sepertinya adegan ini diharapkan dapat memancing tawa. Sayang bagi saya yang muslim dan tidak mengetahui tentang hal itu, adegan ini tak mengena dan lewat begitu saja.

Dalam film Eva diceritakan sebagai seorang gadis pembangkang dan cuek, terlihat dari gaya bicara dan pakaian hitam yang ia kenakan. Yang membuat saya gemas adalah, apakah gadis pembangkang dan cuek akan selalu berpenampilan dengan nuansa gothik? Apalagi pada akhirnya diketahui bahwa genre musik yang disukai Eva adalah pop balad dan bukan musik rock, jadi mengapa Eva memilih pakaian serba hitam?

Ada pula adegan pelukan oleh Eva yang menurut saya agak dipaksakan. Pertama saat ia memeluk Ahok, dan kedua saat ia merasa bahwa seseorang bernama Amora Rey, sang penyanyi idola, adalah ibu kandungnya. Saya merasa akar masalahnya kurang kuat untuk seseorang bisa sampai pada adegan pelukan itu.

Berpindah pada Nana yang diceritakan sebagai sahabat kecil Ahok. Saya justru melihat Nana sebagai seorang gadis yang jelas sekali jatuh cinta pada sosok Ahok. Keberadaannya di film sebenarnya tak banyak pengaruh, ia hanya bertugas sebagai penyampai kabar bahwa Abdul, salah satu teman mereka, telah meninggal. Selebihnya ia hanya muncul saat perayaan Imlek di klenteng.

Sedangkan karakter Daniel yang diperankan oleh Lolox, saya pahami sebagai usaha sutradara dan penulis skenario untuk meramaikan suasana menjadi lebih ceria. Lolox benar-benar bekerja sangat berat di film ini. Ia tampil cukup aneh dengan baju koki sempit pada setengah durasi film. Bolehlah Daniel suka memasak, tapi apakah ia harus mengenakan baju koki saat ia sedang memasak sarapan di rumah? Bolehlah Daniel berniat berangkat lomba memasak, tapi apakah baju kokinya benar-benar harus dikenakan dari rumah?

Judul                                     : Anak Hoki

Sutradara                            : Ginanti Rona

Produser                             : Harry Tjahaya Purnama

Produksi                              : Le Moesiek Revole

Genre                                   : Drama komedi

Pemain                                 : Kenny Austin, Lolox, Christ Laurent, Tamara Geraldin, Nadine Waworuntu, Tina Toon, Maia Estianty, Leroy Osmani, Nico Siahaan, Harry Tjahaya Purnama

Durasi                                   : 97 menit

REVIEW OVERVIEW
Overall Scores
SHARE
Previous articlePengguna Grab Kini Dapat Mengakses Konten HOOQ via Grab Apps
Next articleSatria Dewa: Gatotkaca Bersama Jagatnya Mengangkasa Mulai Tahun 2020

LEAVE A REPLY