Nontoners.com – Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), lahir di Belitung Timur sebagai putra keturunan Tionghoa. Ayahnya, Kim Nan, adalah seorang pengusaha tambang timah yang cukup berhasil di kampungnya. Namun keberhasilan itu tak membuat hidup Ahok kecil dan keluarganya berkecukupan. Permintaan uang pelicin para oknum pejabat korup membuat bisnis sang ayah sering mengalami masa sulit. Belum lagi sifat Kim Nan yang terlampau dermawan juga sering membuat sang istri jengkel.

Selepas lulus sarjana Ahok berpikir untuk memulai usaha membuka tambang timah baru dengan caranya sendiri. Namun lagi-lagi usahanya dijegal oleh oknum pejabat korup. Sifat keras kepala Ahok membuat bisnisnya harus gulung tikar. Bosan dengan hidup yang selalu tertekan oleh oknum pemerintah membuat Ahok berpikir untuk terjun ke dunia politik. Kenyataan pahit justru ditemui Ahok saat dia duduk sebagai salah satu anggota DPRD di Belitung, mana kala dia merasa berjuang seorang diri dalam menghentikan praktik KKN. Ahok tak menyerah. Dengan restu dari adik-adiknya, Ahok maju sebagai calon bupati.

Usaha Ahok tak sia-sia, kemenangan sebagai kepala daerah dapat dia raih justru karena nama harum sang ayah. Seseorang yang dulu begitu sering ia bantah dan kecewakan saat satu-satunya harapan sang ayah terpaksa harus dia abaikan.

Film A Man Call Ahok mengambil lingkup cerita yang lebih besar dari pada kisah seorang pria yang terjebak dalam pusaran politik di Indonesia. Putrama Tuta, sang Sutradara, memilih untuk mengangkat cerita bagaimana karakter seorang anak bernama Ahok terbentuk. Sosok seorang ayah yang tak hanya mengajarkan putra putrinya dengan kata-kata tapi dengan keteladanan yang nyata. Betapa dia adalah pria yang lembut dan tegas dalam keluarga, namun tetap berwibawa meski senantiasa bersikap penuh kasih terhadap sesama.

Namun sepandai-pandainya tupai melompat, tetap perlu ada yang saya sorot dari film ini untuk dikoreksi.

Pada beberapa bagian alur cerita disajikan sangat cepat hingga saya merasa agak kewalahan untuk menyatukan keping-keping tayangan, namun pada beberapa bagian yang lain alur cerita justru dibuat sangat lambat hingga menimbulkan rasa tidak sabar. Dalam beberapa scence percakapan antar tokoh juga tidak terlalu jelas, bahkan terkesan muncul tiba-tiba. Misalnya saat Ahok meminta Mus untuk merumahkan para karyawan, atau saat Ahok pulang ke Belitung setelah menyelesaikan pendidikan S2, atau saat sang ibu tiba-tiba melahirkan tanpa diceritakan sedang hamil.

 

Judul                : A Man Call Ahok

Rilis                 : 8 November 2018

Sutradara         : Putrama Tuta

Produksi          : The United Team of Art

Genre               : Drama, Biopic, Family

Produser          : Emir Hakim, Reza Hidayat, Ilya Sigma

Pemain             : Daniel Mananta, Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Donny Damara, Denny Sumargo, riska Rein, Ferry Salim, Eric Febrian

Durasi              : 90 menit

LEAVE A REPLY