Nontoners.com – Askar Kauny adalah sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada bidang sosial dan pendidikan, khususnya dalam mencetak generasi penghafal Alquran. Salah satu program unggulan Askar Kauny adalah Menghafal Alquran Semudah Tersenyum, yaitu sebuah metode pembelajaran membaca dan menghafal Alquran dengan menyelaraskan otak, hati dan gerakan tangan.

Sebagai bentuk kepedulian Askar Kauny dalam membangun negeri juga hadir saat bencana alam yang menimpa Lombok, Palu, Sigi, dan Donggala. Askar Kauny ikut ambil bagian dalam  mendampingi para korban bencana dengan membangun rumah-rumah tahfiz dan mempelopori gerakan mengajak para guru ngaji untuk membantu proses pemulihan trauma melalui pendekatan Alquran (Quranic Healing).

Dalam peluncuran film dokumenter berjudul Lentera Untuk Negeri pada Sabtu (10/10), Askar Kauny menceritakan perjuangan para relawan guru ngaji sebagai ujung tombak dalam program pemulihan trauma selepas bencana di Lombok, Palu, Sigi, dan Donggala. Film ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana perjuangan para relawan Guru Ngaji Askar Kauny dalam mendekatkan diri dengan masyarakat setempat, dan antusiasme anak-anak dalam bimbingan pengajaran Alquran. Di mana tujuan akhirnya adalah menguatkan kembali keimanan dan kesabaran kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam peluncuran film dokumenter yang bertempat di XXI Setiabudi, hadir pula beberapa relawan Guru Ngaji Askar Kauny, seperti Ust. Khoiry, Ust. Ilham, Ustz. Deva, dan Ust. Harun. Dalam kesempatan itu juga hadir public figur  Tika Ruslan dan Ust. Kholidi Asadil Alam guna menceritakan pengalaman mereka dalam program Askar Kauny.

Ustaz Khoiry dalam wawancara menceritakan pengalamannya mengenal Askar Kauny sejak 2014 dalam sebuah kerjasama sosial. Jadi saat Askar Kauny menghubunginya guna mendukung program mengajak guru-guru ngaji dalam pemulihan korban bencana alam, Ustaz Khoiry pun menyanggupi untuk membantu. Terhitung kini Ust. Koiry sudah hampir 3 bulan berada di Lombok sejak berangkat pertama kali pada bulan Agustus.

Ki-Ka : Ust. Khoiry, Alfa, Saris, Ust. Bobby, Ust. Irvan (Dok.Pribadi)

Berbeda dengan Ust. Khoty, Ust. Irvan baru mengenal Askar Kauny saat sebuah unggahan di media sosial seorang teman tentang perekrutan guru ngaji untuk ditempatkan di Lombok. Tergerak untuk ikut berkontribusi, pria Aceh ini pun mendaftar dan kemudian berangkat pada bulan September.

Lain lagi cerita dari sepasang relawan yang menemui jodohnya saat bertugas. Ust. Harun dan Utsz. Deva secara tak sengaja bertemu dalam suatu kesempatan di sebuah tenda pengungsian. Tiga hari berselang, Ust. Harun memberanikan diri untuk meminta ijin orang tua Ustz. Deva untuk meminang putrinya. Beruntung bagi Ust. Harun meski hanya lewat videocall Whatsapp, ayah Utsz. Deva merestui hubungan keduanya. Dan karena kabar bahagia tersebut, warga sekitar tempat Uts. Harun mengabdikan diri mengibahkannya tanah seluas 1 hektar guna menunjang kegiatan relawannya. Rencana ke depan Ust. Harun dan Ustz. Deva akan menetap di Lombok.

Hadir pula Ust. Kholidi Asadil Alam, pemeran utama film Ketika Cinta Bertasbih. Raut wajah kesedihan tergambar jelas saat beliau menceritakan pengalamannya selama berada di Lombok dan Palu. Ia juga berpesan untuk memperbanyak doa untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Dalam kesempatan kali ini pula, Askar Kauny mengajak Tika Ruslan dan suami dalam kegiatan pemulihan korban bencana. Diceritakan meski awalnya mendapat penolakan dari sang putra, Tika cukup sabar memberikan pengertian bahwa apa yang dilakukannya di pengungsian adalah untuk membantu saudara-saudara setanah air yang sedang dilanda musibah.

Tika Ruslan dan Keluarga (Dok.Pribadi)

Tak hanya pemutaran film dokumenter Lentera Untuk Negeri, pada kali itu pula Askar Kauny menggalang donasi melalui lelang sebuah kaligrafi, 2 mushaf, dan sebuah rompi Askar Kauny hitam yang digunakan oleh Tika Ruslan selama berada di Lombok. Total pemasukan pagi itu (Sabtu, 10 November 2018) adalah sekitar Rp 63.000.000. Hasil lelang tersebut akan digunakan Askar Kauny untuk mewujudkan program 100 Rumah Tahfiz di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Bersama peserta lelang (Dok.Pribadi)
Besama peserta lelang (Dok.Pribadi)

Dibutuhkan Rp 18.500.000 untuk membangun sebuah rumah tahfiz dengan fasilitas yang cukup. Askar Kauny juga membuka keempatan bagi masyarakat umum untuk membantu mewujudkan program #LombokdanSultengBangkit dengan membangun 100 rumah Tahfiz Askar Kauny. Bantuan tersebut dapat disalurkan melalui rekening:

BNI Syariah        300 200 3236

Mandiri Syariah    77 555 555 46

Mandiri                13300 8700 8702

a/n Askar Kauny (tambahkan Kode 67 di belakang nominal transfer)

Ayo, Saatnya #LombokdanSultengBangkit

LEAVE A REPLY