Nontoners.com – Diadaptasi dari Novel I Want to Eat Your Pancreas karya Yoru Sumino, film dimulai dengan suasana berkabung kematian Sakura (ini tidak spoiler ya saudara setanah air). Sebagian besar jalan cerita film adalah bagaimana hubungan kisah persahabatan di antara Sakura dan Haruki yang canggung. Ini bukan kisah cinta, ini kisah persahabatan yang bukan sekadar teman dekat. Ah…mungkin salah satu dari kita pernah dalam posisi seperti dalam film ini.

Di awal pertemuan mereka di lobby rumah sakit, Haruki yang sempat membaca jurnal harian milik Sakura sempat terkejut di awal, namun setelahnya justru ekspresi yang datar saja saat Sakura meminta mengembalikan jurnal miliknya yang tertinggal tersebut. Ada rasa penasaran oleh Sakura untuk lebih mengenal Haruki. Sakura bahkan ikut bekerja di perpustakaan di akhir sekolah untuk lebih dekat dengan Haruki. Teman dekat Sakura, Kyoko yang melihat kedekatan ini sampai mengancam Haruki untuk menjauhi Sakura.

Haruki akhirnya mau menuruti permintaan dari Sakura untuk menemani perjalanan, bermain dan makan sebelum ajal menanti. Permainan yang sering dimainkan antara kedua tokoh utama ini adalah bermain Truth or Dare. Karakter dari Sakura yang mengidap kanker dengan vonis dari dokter umurnya tidak lebih dari satu tahun lagi, tampak ceria dan tidak ingin membebani teman-teman di sekitarnya dengan penyakit yang ia derita.

Alur dari film ini sendiri di pertengahan lamban, jujur saja saya sempat hampir tertidur. Namun, akhirnya dapat kembali menikmati hingga akhirnya film benar-benar berakhir. Ada scene tambahan setelah credit yang diselipkan, jadi jangan beranjak sebelum benar-benar berakhir.

Bagian lagu tema dipercayakan kepada band sumika dengan lagu Fanfare dan The Four Seasons yang sudah diperkenalkan dalam trailer film ini.

Sinopsis resminya; Film ini bercerita tentang Haruki Shiga—murid SMA yang introvert dan kutu buku—yang secara kebetulan menemukan sebuah jurnal harian yang berjudul Cerita Teman si Sakit. Buku itu ternyata milik Sakura Yamauchi, teman sekelas Haruki Shiga, yang mengatakan bahwa dia menderita penyakit pankreas, dan hidupnya tidak akan lebih lama dari setahun. Sakura meminta Haruki untuk menjaga rahasia itu. Karena jika kabar tentang Sakura itu tersebar, maka teman-teman Sakura akan panik luar biasa. Hal yang lumrah terjadi sebab Sakura adalah gadis yang populer di sekolah. Haruki, lelaki introvert yang kurang peka dalam pergaulan, menyanggupi hal itu, dan karena pertemuan dan rahasia itulah, Sakura dan Haruki mulai menjalani petualangan-petualangan kecil bersama, menjalani segala sesuatu yang ingin Sakura lakukan sebelum dia meninggal. Setelah perjalanan yang mereka lalui, Sakura meminta Haruki untuk memakan pankreas Sakura dan membaca jurnal hariannya saat setelah meninggal. Sebaliknya, Haruki juga meminta Sakura untuk berpamitan sebelum “pergi” namun Sakura gagal menepati janjinya karena Sakura pergi dengan cara yang berbeda. Apa yang sebenarnya terjadi pada Sakura dan apa rahasia yang ada di jurnal hariannya?

Novel I Want To Eat Your Pancreas yang dirilis pada Juni 2015, bisa dikatakan sebagai karya terbaik Yoru Sumino. Di balik judulnya yang kontroversial, ada banyak pembaca yang menyukai sebuah kesedihan dan keindahan dalam satu cerita. Karyanya ini telah terjual lebih dari 2.6 juta kopi. Pada 2017, buku ini diadaptasi menjadi sebuah film. Bahkan setelah 3 tahun sejak buku ini diterbitkan, kisah yang terdapat dalam novel ini masih senantiasa menyentuh hati banyak orang.

Sutradara dan Penulis : Shinichiro Ushijima

Desain Karakter : Yuichi Oka

Pengisi Suara :

Lynn (Sakura),

Mahiro Takasugi (Haruki Shiga)

Emi Wakui (Ibu Sakura)

Atsuko Tanaka (Ibu Haruki)

Jun Fukushima (Teman Haruki)

Yuma Uchida (Ketua Kelas)

Yukiyo Fuji (Kyoko)

Penulis soundtrack : Hiroko Sebu

Penata music : Kenta Takaoka

Genre : Drama Animasi

Rating : 13+

Durasi Film : 108 Menit

Bahasa : Jepang dengan teks english dan bahasa Indonesia

Tanggal Rilis : 26 Desember 2018

REVIEW OVERVIEW
Rating dari kami
SHARE
Previous articlePeringatan 20 Tahun Film Kuldesak
Next articleResensi : Keluarga Cemara, Nostalgia dengan Wajah Baru
You, Me and Entertainment

LEAVE A REPLY