Nontoners.com – Jakarta, September 2019 – Setelah banyaknya film reboot dan remake yang tayang di tanah air, sebut saja, Kuntilanak 1, Kuntilanak 2, Warkop DKI Reborn dan Suzannna Bernafas Dalam Kubur, telah membentuk tren film yang bernuansa jadul atau vintage menjadi banyak peminatnya, terpampang dari sisi antusiasme penonton ataupun rumah produksi, tidak terkecuali Si Manis Jembatan Ancol.

Rumah produksi MVP Pictures kali ini bekerja sama dengan pencetak Box Office Indonesia sepanjang masa Anggy Umbara sebagai sutradara. Anggy Umbara memilih Indah Permatasari sebagai Maryam atau Si Manis, wanita kelahiran tahun 1997 tersebut juga telah beberapa kali bermain dalam sejumlah film horor, di antaranya After School Horror (2014) dan Kafir : Bersekutu dengan Setan (2018).

Dua orang saling menatap dalam film Si Manis Jembatan Ancol
Arifin Putra sebagai Roy dan Indah Permatasari sebagai Maryam dalam Si Manis Jembatan Ancol. Foto atas perkenan MVP Pictures


Tatapan hangat serta senyum misterius yang dimiliki oleh Indah Permatasari membuat Anggy Umbara selaku sutradara yakin bahwa karakter Maryam dapat diperankan secara maksimal olehnya. Kini Si Manis Jembatan Ancol sudah memasuki tahap produksi dan siap untuk tayang di bioskop seluruh tanah air di akhir tahun 2019 ini.


Si Manis Jembatan Ancol karya Turino Djunaidi pernah marak di era 70-an. Di tahun 90-an sekali lagi film ini mencuri perhatian masyarakat dengan sajian sinetron yang dibintangi oleh Diah Permata Sari, Kiki Fatmala dan Ozy Syahputra. Sosok Ozy Syahputra sendiri telah menjadi ikon horror tanah air pada masanya. Bergantinya sosok pemeran Si Manis sendiri tak lalu membuat Ozy Syahputra lenyap dan berganti dari karakter yang membesarkan namanya itu.

Sinopsis

Rumah tangga Maryam & Roy diambang kehancuran, Maryam menemukan oase baginya dengan kehadiran Yudha. Kehancuran bisnis Roy pun terjadi dan mengakibatkan Maryam nyawanya harus terenggut oleh sekelompok lintah darat. Legenda pun terlahir dengan banyaknya penampakan arwah Maryam yang bangkit kembali untuk menuntut balas akan dendamnya kepada orang-orang yang telah mencelakakannya. Selain malapetaka, kedatangannya kembali juga membawa pelajaran yang berharga untuk warga kampung dan orang-orang di sekitarnya.

Trailer dari film ini dapat ditonton di sini. Apakah generasi milenial yang pernah menonton sinetronnya menjadi target penonton utama? Atau generasi yang lahir tahun 2000-an? Mari kita nantikan saat filmnya rilis di akhir tahun ini.

Apa komentar kalian?