Nontoners.com – Usai mengambil gambar di Meringhen,  film ‘Satu Hari Nanti’ melanjutkan langkahnya di dua danau terindah Interlaken, Swiss, yakni Brienz dan Thun. Berlokasi di tengah Swiss, kedua danau ini mempunyai pemandangan yang membuat banyak orang takjub. Warna danau yang hijau, dan  biru terpancar dari  danau yang tidak jauh dari pegunungan salju.  Melihat ini, seakan melupakan rasa dingin yang menghampiri para kru dan pemain ‘Satu Hari Nanti’ .

Selama  lima hari pengambilan gambar dilakukan di kedua danau ternama tersebut. Perbedaan cuaca yang jauh berbeda, tidak membuat para pemain dan kru takluk akan rasa dingin.  Udara yang seakan menggigit kulit tak mampu menurunkan semangat Ringgo Agus Rachman, Deva Mahenra, Ayushita, dan Adinia Wirasti. Seperti yang diutarakan oleh Ringgo (Din).  “Dibanding di tempat kemarin ini lebih dingin. Walaupun dingin, saya coba untuk tetap berakting yang terbaik. Semoga tetap lancar hingga hari terakhir.” Tuturnya di Danau Brienz, Swiss, (30/11) dalam rilis yang kami terima.

Senada dengan rekan mainnya, Ayushita menuturkan perihal pengalamannya shooting di negeri penghasil cokelat. “Sangat menyenangkan. Ini pengalaman baru bagi saya. Tempatnya bagus danaunya keren, ada angsa, ada burung.  tapi kadang juga menjadi kendala cuaca dinginnya. Karena itu harus mengatur dialognya  agar enggak  kedinginan seperti dalam kulkas. Dan itu jadi tantangan yang menarik “ucapnya.

bts-satu-hari-nanti-7

Lebih lanjut pemeran Chorina ini mengungkapkan rahasia pengambilan gambar berjalan lancar. “Buat film itu  persiapannya harus matang, di sini (Satu Hari Nanti) kita ada karantina bareng pemainnya, aku suka, ada reading, dan workshop juga. Jadi kita benar-benar masuk ke dalam peran kita masing-masing dan chamistry-nya dapat.  Dan kalau untuk masalah cuaca, aku udah nyiapin pakaian dan jaga kesehatan karena di sini bisa sampai minus suhunya.”pungkas perempuan yang berperan sebagai manajer hotel.

Di samping itu, dalam film yang disutradarai oleh Salman Aristo, Ringgo menjalani serangkaian persiapan demi mendalami karakter yang diperankannya, di antaranya adalah kursus bahasa. Berperan sebagai tour guide,   aktor asal Bandung ini mempelajari beberapa bahasa dibanding karakter lainnya. Oleh karena itu, ia tidak segan untuk  belajar dan berbicara berbagai bahasa lainnya, selain Jerman, Inggris,  namun juga belajar bahasa Thailand atau pun India.

Film yang diproduksi oleh Rumah Film ini merupakan  film Indonesia pertama yang mendapatkan izin resmi untuk pengambilan gambar di Swiss. Sebagai film pertama yang memperoleh izin, serta yang keseluruhannya mengambil latar di Swiss ini,  Krishna Wiyana selaku eksekutif Produser mengungkapkan. “Kita punya kesempatan yang  baik. Diberi peluang untuk bisa shooting di sini.  Tidak mudah untuk shooting di sini. Kita melalui proses dan seleksi untuk mendapatkan izin di sini,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kekuatan film ‘Satu Hari Nanti’  bukan semata terletak pada keelokan negeri Swiss, melainkan pada cerita dan karakternya.  “Film ini tidak sekedar menampilkan pemandangan, namun juga cerita yang indah. Swiss indah ya memang apa adanya, namun membangun cerita yang indah itu yang sedang kita jalani. Bisa dibilang, Swiss hanya sebatas latar, cerita tetap berjalan sebagaimana mestinya, tentang kehidupan pencarian makna, jati diri, dan cinta yang lain.” Jelasnya

Film yang akan dirilis tahun 2017 di  Indonesia dan Swiss ini diperankan oleh Adinia Wirasti (Alya), Ayushita (Chorina), Deva Mahenra (Bima) dan Ringgo Agus Rachman (Din).  ‘Satu Hari Nanti’ bercerita tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen, baik dalam lingkup cinta, keluarga maupun pekerjaan. Lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka. Selain  dibintangi oleh aktor dan aktris muda ternama tanah air,  film ini juga didukung oleh sineas kawakan senior yaitu Donny Damara yang berperan sebagai ayah Alya.

Selain Danau Thun dan Brienz Interlaken, film ini juga mengambil berbagai lokasi terkenal di Swiss, yaitu Thun, Zurich, dan tidak ketinggaan lokasi yang menjadi favourite para wisatawan, sekaligus  gunung tertinggi di Eropa, yakni Jungfraujoch

Apa komentar kalian?